Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah bagian dari kurikulum yang sedang berjalan saat ini yaitu Kurikulum Merdeka. Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah serangkaian proyek yang dilakukan oleh siswa untuk mengembangkan karakter dan kompetensi yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
Dalam proyek ini, siswa diajak untuk memecahkan masalah nyata di lingkungan mereka dengan pendekatan interdisipliner. SMA Al Bayan untuk semester ini Project P5 sudah terlaksana dengan mengangkat tema Kearifan Lokal. Tema tersebut adalah Kegiatan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah.
Kegiatan P5 kelas XI dengan tema Pemulasaran jenazah ini berlangsung selama tiga hari mulai Senin, 20 Januari 2025 sampai Rabu, 22 Januari 2025. Diikuti oleh seluruh siswa kelas XI SMA Pesantren Unggul Al Bayan. Hari pertama kegiatan diawali dengan Salat Duha berjamaah di Masjid. Selanjutnya pada pukul 08.30 kegiatan dibuka langsung secara resmi oleh Kepala Sekolah SMA Pesantren Unggul Al Bayan.
Kegiatan dilanjutkan dengan pretest yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana wawasan peserta didik terkait dengan fiqih pemulasaraan jenazah. Pukul 08.30-15.00 kegiatan diisi dengan materi Fiqih lengkap Pemulasaraan Jenazah yang meliputi Fiqih dan hakikat serta hikmah kematian.
Materi pertama diisi oleh Pak H. Dikdik Suardi S.Ag yang membahas tata cara memandikan dan mengafani. Materi kedua diisi oleh Bapak Irfan Ilahi Dhohir, S.Pd.I., M.Pd. Membahas tata cara penyalatan dan penguburan. Sesi terakhir membahas tentang Hakikat dan Hikmah Kematian yang diisi oleh Pak H. Zulkarnain Kamsah, S.Si., M.Pd.
Hari kedua merupakan hari yang dinanti-nanti oleh seluruh peserta, karena akan memraktikkan ilmu-ilmu yang didapat dari materi yang disampaikan di hari pertama. Diawali salat Duha berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan Praktik langsung Pemulasaraan jenazah. Setiap siswa berkesempatan untuk memraktikkan setiap detail prosesi pemulasaraan dari mulai pemandian, pengafanan, penyalatan dan penguburan.
Seluruh siswa kelas XI yang mengikuti kegiatan begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Cuaca terik tak menyurutkan mereka dalam mengikuti kegiatan dengan baik dari awal sampai akhir. Sampai pada hari terakhir, saatnya siswa unjuk kemampuan dalam menjelaskan kembali hasil kegiatan selama dua hari sebelumnya.
Peserta dibagi dalam kelompok kecil. Setiap kelompok memresentasikan prosesi pemulasaraan jenazah di hadapan tim penilai dari guru. Setelah presentasi, penilai melemparkan banyak pertanyaan untuk menguji sejauh mana peserta menguasai materi dengan baik atau tidak.
Setelah istirahat, salat dan makan (ishoma), seluruh peserta mengikuti postest. Pukul 13.30 kegiatan diakhiri dengan penutupan acara yang dipimpin oleh wakasek bidang kurikulum.
Semoga dengan kegiatan pelatihan pemulasaraan jenazah ini, seluruh siswa kelas XI bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakandi kemudian hari. Menjadi bagian dari masyarakat yang peduli terhadap sesama yang sudah menjadi kearifan lokal yang baik di negara tercinta Indonesia.











