Indonesia baru saja menghelat pesta demokrasi yaitu Pilkada Serentak pada tanggal 27 November 2024. Sebagaimana kita ketahui bersama, momen Pilkada ini sekaligus juga merupakan hari libur nasional bagi seluruh rakyat Indonesia. SMA Al Bayan mengisi hari libur nasional ini dengan menggelar kegiatan Kuliah Umum – Pendidikan Politik dengan tema kegiatan : Gen Z dan Demam Pilkada. Acara dihelat di pagi hari jam sembilan hingga sebelum salat Duhur tiba bertempat di masjid Al Bayan.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa yang belum memiliki hak pilih yaitu kelas X dan XI. Kuliah umum pendidikan politik ini diselenggarakan dalam bentuk talkshow. Pembicara dalam talkshow pendidikan politik bagi para siswa SMA Al Bayan ini adalah Ibu Hj.Puji Nurani., S.H.,M.Pd. guru pengampu mata pelajaran PPKN dan Bapak Tri Mulyono., S.Pd.Gr. Selaku guru pengajar Sejarah. Sementara itu moderator talkshow diampu oleh Bapak Jamal Firdaus Primadani., S.Pd.
Pada talkshow pendidikan politik ini para pembicara menjawab pertanyaan dari moderator dan diakhiri sebuah kuis dari Bapak Angga Arya Pratama Herdiana., S.Pd. selaku MC kepada para siswa. Pembicara pertama yaitu Bapak Tri, beliau menjawab pertanyaan moderator yaitu tentang sejarah awal mulanya politik, sejarah politik Indonesia dan bagaimana jalannya pelaksanaan pemilu di tanah air dari pertama kali terselenggara. Pertanyaan terakhir yang diajukan kepada panelis pertama ini adalah tentang bagaimana politik ala Rosululloh SAW.
Bapak Tri menjelaskan bahwa sejarah politik bermula dari zaman Yunani Romawi Kuno. Selain itu beliau memberi gambaran singkat perkembangan politik di Indonesia dari masa kerajaan hingga reformasi. Menurutnya pemilu adalah wujud dari pelaksanaan politik di Indonesia. Sementara itu dalam hal politik yang dijalankan oleh Rosululloh, Bapak Tri mengemukakan bahwa Rosululloh menempatkan orang-orang hebat dalam mengatur pemerintahan.
Selanjutnya hadir pemateri kedua. Ibu Hj. Puji Nurani menjelaskan pertanyaan moderator seputar apa yang harus dilakukan jika pemimpin tidak terpilih apakah tidak memenuhi janjinya. Selain itu beliau juga memberi paparan atas pertanyaan yang diajukan moderator seputar bagaimana menyikapi fenomena serangan fajar. Bu Ani menyampaikan bahwa generasi muda saat ini banyak menyuarakan aspirasi politiknya melalui media sosial. Dalam hal politik uang beliau menjelaskan bahwa hal ini adalah salah satu praktik kotor dalam berpolitik dan menyalahi peraturan.
Selain kedua pemateri dari guru, tampil pula M. Fattan Faydzulhaq siswa kelas XI yang menyampaikan orasi tentang pandangan anak muda terhadap politik. Sesi talkshow ditutup dengan pemberian kuis berupa pertanyaan yang dilemparkan kepada siswa. Siswa yang berhasil menjawab mendapatkan hadiah dari MC.

Itulah, sekelumit kegiatan bermanfaat Siswa SMA Al Bayan dalam mengisi libur Pemilu serentak 2024 di Indonesia. Seluruh siswa mendapatkan pengetahuan baru tentang dunia politik dan pemilu dari para guru yang mumpuni di bidangnya.





