Duta literasi (DULIT) yang baru dilantik pekan kemarin, meluncurkan program kegiatan pertamanya yang bernama Diskusi Tematik. Diskusi Tematik adalah kegiatan diskusi yang berlangsung satu kali dalam satu bulan dengan tema yang berbeda-beda setiap bulannya. Dalam kegiatan diskusi tematik pertama ini mengetengahkan diskusi literasi ekonomi. Acara ini diselenggarakan di ruang belajar perpustakaan pada hari Minggu tanggal 24 Januari 2022 jam 16.00 sampai dengan jam 17.00. Acara yang dikemas secara santai serta menyertakan dialog interaktif antara peserta dan pembicara ini menghadirkan narasumber Bapak Haryanto,S.Pd guru ekonomi SMA Al Bayan dan ananda Narendra Arsya Karnowo siswa kelas XI IPA 2 yang juga merupakan praktisi saham. Diskusi sesi satu kali ini mengambil tema tentang Pentingnya Literasi Ekonomi bagi Generasi Milenial.
Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Ashhabul Manggala Sanggoleo Sitepu dan Mc Muhammad Husain Tarigan serta Muhammad Abdillah Putera Alfera ini, Bapak Haryanto memaparkan tentang pentingnya literasi ekonomi bagi generasi milenial. Generasi muda walaupun masih belum berpenghasilan namun bisa membuat perencanaan keuangan dari uang saku yang diterima. Bagaimana mengelola keuangan sehingga tidak besar pasak daripada tiang atau pengeluaran lebih besar dari penghasilan yang diterima. Berbicara mengenai literasi keuangan ada kelompok masyarakat yang sudah bagus literasinya, ada yang dalam tahapan sedang pengetahuannya namun ada juga yang masih rendah pengetahuan literasi ekonominya. Di Asia, Singapura adalah negara dengan tingkat literasi keuangan yang tinggi. Bapak Haryanto juga mengemukakan tentang rumus budgeting yaitu zakat/sedekah, living 50%, saving 30% dan playing 20%.
Sementara itu ananda Narendra memaparkan tentang seluk beluk dunia saham. Bagaimana bermain saham dan apa keuntungannya bermain saham. Menjelaskan tentang saham dalam konsep 5W plus 1 H yaitu : apa yang dimaksud dengan saham, siapa yang memiliki saham, mengapa kita belajar tentang saham, kapan kita membeli dan menjual saham dan dimana sebuah saham diperjual belikan. Narendra memaparkan seluk beluk saham ditambah dengan pengalaman pribadinya sebagai praktisi saham. Dalam diskusi dibuka juga sesi tanya jawab dan diakhiri dengan kuis bagi peserta yang diberikan oleh pembicara. Diskusi tematik ini dihadiri oleh 30 peserta. Diharapkan dengan adanya kajian diskusi tematik ini lebih memberi pemahaman tentang sebuah tema dari sudut pandang yang lain selain yang sudah diberikan di kelas. Hadirnya siswa sebagai pembicara pendamping juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih berani dalam menyampaikan ide dan gagasannya serta belajar untuk berani berbicara di depan orang lain.











