Pelaksanaan Asesmen Nasional di SMA Pesantren Unggul Al Bayan

Pemerintah melalui surat edaran Mendikbud no 1 tahun 2021 menetapkan bahwa Ujian Nasional (UN) dan Ujian Kesetaraan tahun 2021 dihentikan dan tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi. Ujian Nasional ditiadakan karena pandemi covid-19 yang tidak kunjung berhenti. Sebagai pengganti UN pada tahun 2021 ini pemerintah menyelenggarakan Asesmen Nasional yaitu program pemerintah dalam melakukan penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang didasari oleh kemampuan literasi, numerasi, dan karakter serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid.

SMA Al Bayan menjadi salah satu sekolah yang melakukan kegiatan Asesmen Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 27 hingga 28 September 2021. Sebanyak 45 siswa dan 40 orang pendidik di lingkungan SMA Al Bayan mengikuti kegiatan tersebut. Pelaksanaan Asemen Nasionaldi SMA Al Bayan menggunakan moda semidaring. Selama dua hari tersebut, siswa menyelesaikan soal Peserta Didik AKM Literasi, Survei Karakter, AKM Numerasi dan Survei Lingkungan Belajar. Sementara itu, para pendidik dan kepala satuan pendidikan, mengisi Instrumen Survei Lingkungan Belajar secara mandiri.

Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau perkembangan mutu dari waktu ke waktu dan kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan seperti kesenjangan antarkelompok sosial ekonomi dalam satuan pendidikan, kesenjangan antara satuan Pendidikan negeri dan swasta di suatu wilayah, kesenjangan antardaerah, atau pun kesenjangan antarkelompok berdasarkan atribut tertentu. Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

Asesmen merupakan salah satu proses penting dalam pendidikan yang berguna untuk menilai efektivitas pembelajaran dan ketercapaian kurikulum. Proses asesmen sangat penting dilakukan untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki proses pembelajaran. Oleh sebab itu, pada tahun 2020, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengeluarkan kebijakan Asesmen Nasional yang dirancang sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) sekaligus penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan nasional. Asesmen Nasional juga bertujuan mendorong guru mengembangkan kompetensi kognitif yang mendasar sekaligus karakter murid secara utuh, Menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid dan memberi gambaran tentang karakteristik esensial sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut.