Para siswa Al Bayan yang tergabung dalam duta literasi dan siswa yang tergabung dalam esktra kurikuler Book Club pada hari Sabtu tanggal 7 September 2019 mengadakan kunjungan wisata literasi ke Perpustakaan Nasional Indonesia alias PERPUSNAS. Kegiatan ini bertema membuka wawasan pengetahuan melalui informasi.

Sebelum sampai di gedung layanan Perpusnas, kami megunjungi gedung museum yang terdapat di bagian depan gedung. Setibanya disana, para siswa disambut oleh pihak perpustakaan dari bidang layanan, yaitu Ibu Tyas. Beliau menjelaskan sekilas tentang Perpusnas untuk memberi gambaran kondisi dan kegiatan yang ada di Perpusnas. Setelah itu kami menjelajahi Perpusnas.

Di bagian pertama kami sampai di lobby dan menitipkan tas di loker, kemudian naik ke lantai dua. Di lantai dua kami membuat kartu anggota Perpusnas. Lumayan antri dan banyak yang membuat kartu. Setelah melihat detail 24 lantai yang ada. Memang tak akan cukup waktu kami menjelajahi keseluruhan lantai yang ada. Maka kami mengunjungi lantai 9 disana yang merupakan tempat koleksi nusantara berada. Banyak koleksi koleksi buku-buku langka yang berasal dari nusantara. Di lantai ini kami mendapat banyak pengetahuan tentang perjalanan karya-karya sastra di Indonesia dan dunia. Kamipun mendapat beberapa buku sastra secara gratis.

Selanjutnya, kami mengunjungi lantai 14 yang terdapat layanan koleksi buku langkadari luar negeri dan Indonesia. Anak anak begitu antusias membaca naskah asli buku-buku yang sudah tidak mungkin ditemui di perpustakaan umum apalagi di toko buku. Indonesia ternyata banyak memiliki koleksi pengetahuan yang mumpuni.

Berikutnya kami tiba di lantai 16 disini khusus terdapat koleksi foto, peta dan lukisan. Dengan layanan sistem tertutup kami mencari koleksi yang akan diakses. Koleksi album foto keluarga Soekarno dengan seluruh perjalanan hidupnya menjadi pilihan kami. Masya Allaah banyak sekali sejarah bercerita dari satu album foto langka tersebut. Anak anak jadi lebih memperoleh pengetahuan terutama dapat mengenal wajah-wajah keluarga dekat presiden pertama ini. Ada pula foto foto jadul kegiatan MOS kampus UGM tahun 50an. Lulisan lukisan terkenal. Semua gambar tersebut memberikan begitu banyak informasi yang bernilai tinggi.

Selanjutnya kami naik ke lantai 19, di sana terdapat ruang multimedia dimana pemustaka bisa mengkases komputer dan internet dengan cepat dan nyaman. Banyak sekali mahasiswa disana sedang mengerjakan tugas-tugasnya. Lanjut ke lantai 22 dan 23 yang terdapat koleksi buku-buku Perpusnas yang bisa diakses secara terbuka namun hanya bisa dibaca di tempat tidak boleh dipinjam. Banyak sekali koleksi bukunya.

Terakhir kami sampai di lantai 24 dimana disana terdapat spot view yang indah dengan pemandangan Monas dan Masjid Istiqlal.

Perpusnas adalah salah satu aset penting yang dimiliki Indonesia. Sudah sepatutnya menjadi salah satu tujuan kunjungan karena menjadi salah satu kiblat jejak rekam sejarah pengetahuan di Indonesia. 

Sekian dari kami anak anak literasi. Salam Literasi. Membaca membuka dunia.

Ditulis oleh: Ibu Heni Hikmayati Fauzia, S.Sos., M.Pd., Kepala Perpustakaan SMA Al Bayan dan Pembina Ekstra kurikuler Book Club