Dalam rangka mengisi waktu liburan UNBK, SMA Pesantren Unggul Al Bayan Putri yang baru menjajaki tahun pertama mengadakan tour ke Singapore dan Malaysia. Wisata luar negeri ini bertujuan untuk memfasilitasi liburan bersama sekaligus mengamati bagaimana pola hidup masyarakat di negara maju seperti Singapura dan Negara tetangga kita, Malaysia. Kegiatan yang diadakan pada tanggal 9 April – 11 April 2018 ini diikuti oleh 10 siswi dan satu guru pendamping. 

Pada hari pertama, keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Changi Singapura, rombongan langsung menuju ke penginapan yang berada di kawasan Bugis dengan menggunakan transportasi MRT. Tujuan wisata pertama adalah berkunjung dan bermain di Universal Studio Singapore (USS), sebuah wahana permainan terkenal di Singapore. Selama bermain di USS, setidaknya rombongan menjajali 5-6 wahana permainan, selian itu rombongan mencoba berkomunikasi dan bertransaksi menggunakan Bahasa Inggris dengan penjual minuman dan makanan disana.

Tour yang bertema “Our First Extraordinary Journey” ini bekerjasama dengan agen travel Panorama Aerowisata. Kata first karena ini merupakan kali pertama Al Bayan Putri mengadakan wisata ke luar negeri meskipun sudah didahului tahun-tahun sebelumnya oleh SMA Al Bayan Putra Cibadak. Hari kedua diisi dengan mengelilingi tempat-tempat wisata dan tempat belanja di Singapura, diantaranya Merlion Park, Garden by the Bay, berbelanja di China Town, dan Bugis Street. Ada cerita menarik ketika para siswi sedang berfoto bersama di area Garden by the Bay membuat para turis China tertarik untuk ikut serta berfoto dan berpose bersama. Setelah berfoto bahkan turis China tersebut memuji mereka dengan mengucapkan you’re so beautiful, meskipun dengan keterbatasan Bahasa para siswi merasa enjoy berkomunikasi dengan Warga Negara Asing.


Di hari yang sama, sorenya rombongan bertolak menuju Malaysia menggunakan bus express. Pengalaman yang menjadi pelajaran untuk kami selama di Singapura adalah kecekatan dan kecepatan bergerak dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya, serta kehidupan warga Singapura yang sangat tertib dan disiplin terhadap aturan yang dibuat. Di sepanjang jalan sama sekali tidak ditemukan polisi lalu lintas karena semua area sudah terpasang kamera cctv. Sekali saja pengguna jalan melanggar akan langsung mendapat surat panggilan dari kantor polisi, ini yang belum bisa terlaksana di Indonesia.

Tiba di Kuala Lumpur pada malam hari, rombongan memulai kegiatan wisata di Malaysia esok harinya pada hari ketiga. Mulai pukul 08.15 waktu setempat (GMT +8) rombongan berkunjung dan berfoto di Istana Raja Malaysia yang sangat megah dengan ornamen bernuansa Melayu. Hal yang sama terjadi ketika kami berfoto, ada beberapa turis China yang tertarik untuk ikut foto bersama kami salah satunya adalah seorang bapak pada foto di bawah ini.

 

Destinasi berikutnya yaitu Independence Square dan Twin Tower atau nama lainnya adalah menara Petronas. Satu hal yang perlu jadi catatan buat kami generasi muda warga Negara Indonesia bahwa kita harus menjaga kesatuan dan karakteristik bangsa Indonesia dengan kekayaan warisan budayanya dari ancaman global. Kunjungan berikutnya adalah ke Cocoa Gallery dan Bukit Bintang untuk berbelanja, disini kami tidak perlu berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris karena Bahasa Kebangsaan Malaysia adalah Bahasa Melayu yang mirip dengan Bahasa Indonesia. Suasana kota Kuala Lumpur yang meskipun ramai namun sangat jarang ditemukan kemacetan berbeda dengan kota-kota besar di Indonesia.

Banyak pengalaman berharga selama tiga hari melakukan tour ke Singapura dan Malaysia. Tentu pengalaman ini akan menjadi kenangan di masa yang akan datang. Kegiatan seperti ini Insya Allah akan diadakan Al Bayan setiap tahunnya.