Kamis (1/5) siswa kelas X dan XI SMA PU Al Bayan melakukan kembali melakukan PBKL (Pembelajaran Berbasis Keunggulan Lokal) di Gunung Kapur (Kelas X) dan Museum Palagan Bojongkokosan (Kelas XI). Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kearifan lokal yang ada di lingkungan sekitar SMA PU Al Bayan. Sebanyak 112 siswa baik kelas X dan kelas XI sangat antusias dalam menyelami kearifan lokal yang terdapat di dua situs tersebut.

untuk melihat foto dokumentasi PBKL ada di sini

 

PBKL merupakan salah satu kegiatan yang menjadi program bagi sekolah rujukan. Dalam kegiatan ini para siswa dminta untuk mempelajari keunggulan daerah yang ada di sekitar lingkungan sekolah yang kajiannya merupakan integrasi dari beberapa mata pelajaran yang relevan dengan kearifan lokal tersebut. Para siswa diminta untuk mengerjakan modul LKS yang diberikan oleh guru pendaming kegiatan.

Kegiatan dimulai dengan sholat Dhuha di Masjid Al Bayan terlebih dahulu. Kemudia dilanjutkan dengan pengarahan dan pembukaan oleh bapak Noor Sjahid, S.S., –staff kurikukulum– selaku penanggung jawab pelaksanaan PBKL tahun 2018. Setelah itu masing – masing angkatan beranjak ke lokasi kajian masing – masing.

Gunung Kapur terletak ±5 Km dari SMA PU Al Bayan, merupakan lokasi penambangan kapur yang ada di Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Di sini para siswa kelas X diarahkan menuju ke lokasi pengolahan kapur hasil penambangan di pabrik pengolahan kapur yang berada di Desa Tenjojaya. Siswa terlihat sangat antusias memperhatikan setiap detil keterangan yang disampaikan oleh pemandu.

Selain itu siswa juga mengerjakan LKS yang diberikan oleh guru pendamping yang merupakan mata pelajaran terintegrasi yang berkaitan dengan kajian di Gunung Kapur yaitu Geografi, Kimia, Fisika, Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia, dan PAI.

Museum Palagan Bojongkoksan merpakan situs peringatan pertempuran antara para pejuang Indonesia melawan tentara Sekutu di Parungkuda, Sukabumi. Pertempuran ini merupakan pertempuran untuk mencegah masuknya tentara Sekutu yang berusaha untuk mensuplai senjata ke Bandung. Pada pertempuran ini banyak pejuang Indonesia yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

 Siswa mendapat pengetahuan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dari pemandu yang merupakan anak dari salah satu veteran pertempuran Bojongkokosan. Siswa terlihat sangat antusias dalam mempelajari detil peristiwa yang disampaikan oleh pemandu. Siswa juga dipertontonkan video dokmenter yang menceritakan tentang dahsyatnya pertempuran di Bojongkokosan yang disebut Inggris merupakan pertempuran terbesar yang dialami Inggris pasca Perang Dunia II. Siswa terlihat sangat tekun dalam mengerjakan LKS yang merupakan integrasi dari mata pelajaran Sejarah, PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Seni Budaya, dan TIK.

Diharapkan dengan adanya kegiatan PBKL ini menjadi pengetahuan yang luar biasa berharga bagi siswa SMA PU Al Bayan untuk melihat potensi keunggulan lokal yang ada di sekitar SMA PU Al Bayan. Selain itu juga menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kearifan lokal yang ada di sana.