Sudah sejak berabad lampau Indonesia memiliki hubungan erat dengan India.  Hubungan  ini meninggalkan jejak hingga sekarang,  berupa agama Hindu, tradisi dalam berbagai upacara adat di berbagai daerah di Indonesia, pengaruh bahasa Sanskrit dalam bahasa Indonesia, seni bangunan, seni tari, dan masih banyak lagi.

Tak hanya di masa klasik, hubungan Indonesia dengan India terus berlanjut hingga ke masa yang lebih modern. Saat negara kita mengumandangkan proklamasi kemerdekaan, India adalah salah satu negara yang langsung menyatakan dukungannya atas kemerdekaan Republik Indonesia.  Sebagai tanda terimakasih atas simpati yang diberikan bangsa India kepada bangsa Indonesia yang baru merdeka,  Presiden  RI  Ir. Soekarno  melalui Perdana Menteri Sutan Syahrir memerintahkan pengiriman  bantuan berupa 500 ribu ton beras ke India saat negeri Mahabharata itu dilanda kelaparan. Mengomentari bantuan tersebut, PM India Jawaharlal Nehru menyebutkan bahwa inilah bentuk persahabatan abadi antara India dan Indonesia yang tak akan lekang oleh waktu. Hal ini terbukti di masa-masa selanjutnya, Indonesia dan India senantiasa berjalan beriringan dalam perjuangan melawan imperialisme dan kolonialisme, dengan bersama-sama mendirikan organisasi Gerakan Non Blok, dan mempelopori penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika.

Tak dapat dipungkiri, letak geografis kedua negara yang sama-sama berada di benua Asia membuat banyak persamaan budaya antara Indonesia dengan India. Untuk itu setiap upaya yang bersifat mempererat hubungan kedua negara harus terus didukung, terutama saling pengertian di kalangan generasi muda kedua negara. 

Pemerintah India melalui DAVCMC, salah satu institusi pendidikan tertua ( berusia lebih dari satu abad ) dan terbesar di India, pada tanggal 14 sampai 19 November 2016 menyelenggarakan acara bertajuk DAVCMC Exchange Programme and Cultural Extravaganza, atau pertukaran budaya antar pelajar SMA yang diikuti oleh 5 negara, yang Indonesia termasuk salah satu di dalamnya. Negara-negara lain yang berpartisipasi dalam acara tersebut adalah Russia, Jerman, dan Mesir, serta India sebagai tuan rumah.

SMA Al Bayan yang secara khusus diundang, menyambut baik undangan tersebut dengan mengirimkan tim kesenian MARAWIS yang terdiri atas 13 orang siswa . Ke 13 orang siswa inilah, didampingi  ibu Rani Kustanti, S.S, M.Hum dan ibu Hj. Puji Nurani, SH, M.Pd,  bertolak ke New Delhi India menjadi utusan SMA Al Bayan sekaligus menjadi utusan bangsa dan Negara Indonesia dalam acara pertukaran budaya yang sangat prestisius.

Di Hadapan ratusan pasang mata  pelajar  India, anggota delegasi berbagai Negara, para guru , dan pejabat pendidikan India, tim Marawis Al bayan pimpinan Yuzva siswa kelas 12, menampilkan kebolehan yang telah dilatihkan sejak jauh-jauh hari dalam latihan rutin di ekskul Marawis. Mengumandangkan dua buah lagu, Yaa Habibi dan lagu daerah Sunda Akang Haji, Tim Marawis Al bayan sukses menuai kekaguman penonton. Usai menampilkan persembahan lagu yang diiringi rentak gendang dan instrument perkusi Marawis yang sangat dinamis, serta gerakan seperti menari para pemainnya, semua penonton termasuk para pejabat yang hadir serentak berdiri memberikan standing ovation. Alhamdulillah, satu-satunya delegasi yang mendapat penghargaan begitu tinggi adalah delegasi dari Al Bayan Indonesia. Selamat ya anak-anak ! good job, Boys ! all of our hard work are paid !

Belum sampai ke India jika kita tak mengunjungi salah satu dari 7 keajaiban dunia yang sangat indah dan menakjubkan, yakni Taj Mahal yang terletak di Agra, negara bagian Uttar Pradesh. Destinasi wisata yang juga tak terlewatkan adalah Fort Agra yang dibangun pada abad pertengahan dan masih tegak berdiri dengan keindahan ornamen yang utuh, Qutb Minar dan pilar besi murninya yang tak kan berkarat hingga hari kiamat tiba, serta tak lupa mengunjungi the India Gate di tengah kota New Delhi, monumen tempat dipahatkannya nama-nama pahlawan yang gugur membela kemerdekaan negara India.
 
Lebih dari semua kegembiraan itu, puncak kebahagiaan yang dirasakan seluruh siswa delegasi peserta pertukaran budaya adalah jalinan persahabatan yang indah, seru, hangat, kompak, dan tak terlupakan. Semua siswa seakan sudah bersahabat sejak lama sekali, hingga susah untuk mengucapkan kata perpisahan saat waktu pulang ke tanah air sudah tiba.
 
Sepekan berinteraksi, sangat banyak pengalaman yang didapat para anggota delegasi peserta .pertukaran budaya. Tradisi yang beragam, bahasa Inggris yang diucapkan dengan logat Hindi, gerak tubuh orang India yang khas, makanan yang berasa tajam sarat bumbu, pelajar  Jerman dan Russia yang terihat angkuh namun ternyata sangat ramai dan kocak jika sudah kenal dekat, orang Mesir yang malu-malu namun sangat aktif jika disuruh maju ke atas panggung, dan masih banyak lagi kenangan manis yang tak mungkin terlupakan.

Salut yang setinggi-tingginya kami sampaikan pada pemerintah India khususnya pada DAVCMC School yang telah sukses menyelenggarakan acara ini. Profesionalisme yang tinggi, , kinerja yang baik, disiplin, komitmen pada waktu, didukung kompetensi pribadi segenap panitia, dan totalitas seluruh siswa India untuk menampilkan yang terbaik, memungkinakan acara pertukaran budaya ini berlangsung nyaris tanpa cela. Terimakasih atas pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga . Dhanyahvaad, Terimakasih !